Hikmat Dari Sejarah

Bila seseorang tidak pernah melihat darah dan keringat serta air mata, maka orang itu tidak akan mampu melihat dan menghargai yang namanya perjuangan. Dimanakah dapat kita jumpai lagi darah keringat dan air mata itu? Semuanya itu telah terkristalisasi didalam satu kata ‘sejarah’. Ironisnya sejarah telah mengajarkan pula bahwa manusia tidak pernah belajar dari sejarah. Waktu berlalu tanpa terulang, manusia ikut berlomba menuju akhir dari dirinya sendiri, tetapi langit dan bumi hanya menjadi saksi bisu akan semuanya itu. Kapankah manusia akan belajar? Didalam dunia dimana tidak ada lagi sesuatu yang cukup berharga untuk diperjuangkan, apakah lagi bedanya manusia dengan binatang? Manusia begitu cepat menjadi panas apabila ia disebut sebagai binatang. Namun ia setelah itu ia bergegas pula menunjukkan bahwa ia memang binatang.

Dimanakah akal budi?

Dimanakah hikmat?

Dimanakah cinta?

Dimanakah manusia?

Semua yang menyatakan bahwa seorang manusia adalah manusia.

Dimanakah itu?

Bila tidak didalam Sumber segala hikmat. Maka manusia tidak akan pernah mengenali dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s