Francis Schaeffer (1912-1984)

Francis Schaeffer

I do what I think and I think what I believe” demikian adalah perkataan dari Francis Schaeffer yang ternama. Francis schaeffer merupakan seorang theolog yang terkenal pada zamannya, namun lebih terkenal daripada seorang theolog, ia dikenal sebagai seorang pakar apologetika. Namun cara beliau mengaplikasikan apologetikanya sangat berbeda dengan banyak orang di zamannya.

Francis yang terkenal sebagai seorang yang betemperamen tinggi sebenarnya adalah seorang yang sangat peduli terhadap pelayanan anak dan pelayanan sekolah minggu pada mulanya,pelayanan mereka disebut sebagai “Chidren for Christ”. Namun seiring berjalannya waktu dan penolakan secara berkala, Francis akhirnya memutuskan untuk menghentikan pelayanan tersebut dan beralih kepada pelayanan lain yang akhirnya membuat ia berpengaruh dengan sangat luas kepada masyarakat.

Francis bersama keluarganya pindah ke pengunungan Alpen, Swis. Di sana ia memulai cikal bakal pelayanannya yang kelak disebut sebagai “L’Abri” yang berarti “Tempat Bernaung”. Pelayanan sederhanya dimulai dengan mengumpulkan teman-teman putrinya di pondok kecil mereka untuk berdiskusi mengenai fakta-fakta dari berbagai disiplin ilmu. Francis Schaeffer ternyata sangat ahli dalam menghubungan fakta dari berbagai disiplin ilmu terhadap kebenaran Alkitab, hal yang tidak terlalu populer pada saat itu.

Perkembangan diskusi-diskusi kecil mereka akhirnya membawa Francis yang kecewa terhadap banyak gereja yang “dingin” pada masa itu memikirkan kembali mengenai masalah kekeristenan yang sebenarnya. Setelah bergumul hingga membuat istrinya khawatir, Francis akhirnya memutuskan bahwa kehidupan pribadi seorang Kristen sama pentingnya dengan keobjektifitasan iman Kristen. Ia tidak habis berpikir bahwa ada orang yang dengan berapi-api memperjuangkan kebenaran firman Tuhan, namun mengabaikan Roh Kudus dan pentingnya doa. Bagi Francis, pikiran dan perbuatan harus menjadi satu dalam kehidupan yang kudus.

Pelayanannya berkembang dengan tidak teduga oleh Francis dan istrinya sendiri. Jumlah pengunjung yang datang berkembang dari 30 menjadi 130 orang. Francis setiap malam melayani mereka dengan duduk dikelilingi orang yang datang, lalu dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka satu demi satu. Tidak ada larangan untuk bertanya apapun. Banyak orang yang kagum sekali dengan pengetahuan Francis yang sangat luas dan mencakup ke segala bidang, baik itu seni, filsafat, buku, ilmu pengetahuan, obat-obatan, hukum, berbagai peristiwa dunia, agama-agama, dan masih banyak laginya. Yang lebih luar biasa adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan semuanya kedalam sebuah kerangka berpikir Kristiani.

Belakangan istri Francis merekam ceramah-ceramah Francis dalam tape dan mulai menyebarkannya ke luar pondok kecil mereka, itulah awal dari ketenaran Francis Schaeffer di seluruh dunia. Pelayanan mereka menjadi sangat penuh, Francis mulai dipanggil dari berbagai belahan dunia untuk berbicara dalam kampus-kampus andalan, terutama di Amerika Serikat seperti Harvard.

Hari ini sudah begitu banyak orang yang dipengaruhi oleh Francis dan istrinya. Orang-orang ternama yang dipengaruhinya seperti Douglas Groothuis, seorang Ph.D. dari University of Oregon, penulis buku “Pudarnya Kebenaran.” Nancy Pearcey, seorang profesor biologi yang menulis buku “Total Truth.” Charles Colson, seorang politisi yang sudah menulis banyak buku seperti “How Now Shall We Live?” dan lain sebagainya, semuanya memberikan penghargaan yang sangat dalam kepada masa-masa mereka bernaung di “L’Abri.” Francis Schaeffer akhirnya dipakai Tuhan dengan unik untuk menjangkau para pemikir besar Amerika Serikat pada masa kini, tidakkah kita juga rindu dipakai Tuhan untuk mencerahkan pemikiran-pemikiran banyak orang pada masa kini? Semua yang dilakukan oleh Francis Schaeffer tentunya tidak lepas dari waktu-waktu belajar yang dalam dan memakan waktu yang lama. Namun lebih penting lagi adalah kepekaan melihat kerusakan zaman, lalu maju untuk menantang zaman yang telah menjadi bodoh karena menentang firman Allah yang Maha-tinggi. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, secara khusus klub Tabletalk.

Vincent Tanzil, 24 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s