Habits of The Mind – James W. Sire

Habits of The Mind

“Berpikir jarang sekali merupakan proses perhitungan logika yang dingin dan tanpa perasaan. Berpikir itu merasa. Kadang, ketika saya sedang membaca – dan berpikir seraya membaca – pikiran saya menjadi begitu panas, begitu dipengaruhi oleh implikasi-implikasi dari ide-ide, sampai-sampai saya harus berhenti untuk mendinginkannya sejenak.” Demikian adalah komentar James W. Sire mengenai sebuah kehidupan yang berpikir. Beliau menuliskan tulisan tersebut untuk membantah bahwa seseorang yang hobinya berpikir adalah orang-orang tidak beremosi dan berempati terhadap orang lain – hingga bisa disebut sangat dingin orangnya.

Ada begitu banyak pemikiran di dunia ini yang berusaha untuk mendiskreditkan kehidupan seorang pemikir – demikian juga dengan pemikiran yang terlampau menyanjung kehidupan para pemikir, Buku ini berusaha memberikan perspektif yang seimbang mengenai kehidupan dan pemikiran seseorang, dimana keduanya terintegrasi menjadi sebuah kesatuan yang indah. Penulis berargumentasi bahwa “Berpikir dengan baik merupakan satu kesatuan dengan bertindak dengan benar … mengetahui kebenaran berarti melakukannya. Tidak ada dikotomi antara keduanya.”

John Henry Newman

Buku ini dimulai dengan membahas seorang filsuf bernama John Henry Newman – dimana penulis beranggapan bahwa pemikiran beliau merupakan sebuah contoh yang baik dan komprehensif mengenai tanggung jawab seorang intelektual Kristen dibandingkan dengan intelektual lainnya. Setelah ini ia membahas soal kesempurnaan intelek, dimana bab inipun merupakan kelanjutan bahasan pemikiran John Henry Newman sebelumnya. Setelah membahas secara panjang lebar mengenai kehidupan dan pemikiran John Henry Newman (bab ini cukup membingungkan bagi saya yang tidak tahu apa-apa mengenai John Henry Newman, maupun konteks zaman beliau hidup. Saran saya cobalah cari dahulu mengenai beliau secara ringkas di Wikipedia atau yang mirip, lalu baru teruskan pembacaan anda), penulis menjabarkan mengenai siapakah seorang intelektual itu? Seperti apakah seorang intelektual Kristen itu? Kebajikan-kebajikan dari intelek, disiplin-disiplin intelek, serta berpikir dengan membaca. Selain itu beliau memberikan sebuah bab yang berargumentasi (seiring dengan pandangan Dallas Willard) bahwa “Yesus adalah orang terpintar yang pernah hidup.” Beliau mengatakan “Faktanya adalah bahwa kebanyakan dari kita tidak memikirkan Yesus sebagai orang yang pintar.” Semua argumentasi dan penjabaran, serta tips-tipsnya ditutup dengan sebuah bab berjudul “Tanggung Jawab Seorang Intelektual Kristen.” Yang dimana ia berkata:

Menjadi seorang intelektual ternyata bukan apa-apa, bukan apa-apa untuk dikagumi atau dikecam. Mengapa? Karena semua orang Kristen dipanggil menjadi intelektual menurut kemampuan yang mereka miliki dan sesuai tugas yang menjadi panggilan mereka. Tidak ada seorang pun yang dipanggil untuk menjadi pemikir yang sembarangan!

Demikianlah beliau menutup pembahasannya. Sungguh membuat seseorang harus merenung apabila mereka sudah terlalu sombong baik karena kepintarannya, maupun karena kebodohannya. Tidak ada seorang pun yang dipanggil untuk menjadi pemikir yang sembarangan!

Gaya penulisan beliau merupakan gaya yang cukup luwes seperti pembicaraan sehari-hari dari hati ke hati. Buku ini tidak seperti sebuah buku teks sebuah pelajaran. Tampaknya beliau tidak segan-segan untuk memberikan komentar-komentar yang humoris ataupun tidak resmi (seperti misalnya kata-kata dalam kurung seperti ini di tengah pembahasan yang serius). Namun demikian, menurut pendapat saya buku ini tidak dapat menjadi sebuah buku yang dibaca pada saat sebuah rekreasi untuk menjernihkan pemikiran semata. Sebab buku ini – dengan segala kesederhanaannya – membahas sesuatu yang cukup filosofis dan kaya dengan istilah-istilah yang tidak terlalu umum bagi seseorang yang baru mulai senang membaca buku (apalagi tidak pernah membaca buku filsafat dan teologi atau sejenisnya). Namun demikian, sebuah pembacaan yang lebih lambat dan penuh perhatian akan memberikan pengertian yang sangat kaya pula. Singkat kata, membaca buku ini memang membuat pikiran menjadi “panas” namun bagi saya manfaat dari buku ini jauh melampaui segelintir kesulitan ini. Terlalu banyak kebaikan dan kebijaksanaan dari buku ini untuk dilewatkan!

Beliau cukup rendah hati (dan memang ia berargumentasi bahwa setiap intelektual Kristen harus demikian!), bahwa buku ini bukanlah merupakan sebuah karya yang akan menjadi semacam ensiklopedia mengenai cara berpikir yang baik – dengan senang hati ia mengutip William James dari Harvard University: “Seorang filsuf yang adalah seorang pengajar kaum muda lebih berkepentingan untuk memberikan kepada orang banyak satu awal yang benar daripada satu kesimpulan yang benar.” Beliau berharap bahwa kebiasaan-kebiasaan akal budi kita (Habits of The Mind) akan membawa kita lebih daripada sekadar pengetahuan buku cetak. Saya kira beliau berhasil! Setidaknya saya pribadi telah mendapatkan manfaatnya.

Buku ini diterbitkan oleh Momentum (salah satu penerbit yang sangat direkomendasikan!) dapat dibeli di toko buku Momentum sendiri, atau beberapa toko buku yang menampung terbitan Momentum seperti toko buku Visi di Supermall dan beberapa cabang Togamas, seperti Petra Togamas. Kalau di Malang, ada di bookroom SAAT, dan juga di toko buku Momentum tentunya! Selain itu buku ini mudah didapatkan di perpustakaan U.K. Petra, atau perpustakaan yang menjadi member dari penerbit Momentum. Selamat mencari!

James W. Sire

James W. Sire (Ph.D., University of Missouri), adalah mantan editor InterVarsity Press dan dosen InterVarsity Christian Fellowship, penulis dari beberapa buku, termasuk The Universe Next Door, Discipleship of the Mind, dan Why Should Anyone Believe Anything at All?

Vincent Tanzil, 12 July 2010

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s