Mesin Tik, Laptop, dan Tulisan

Malcolm Muggeridge Typing

Di perpustakaan saya menemukan sebuah buku yang dikarang oleh Malcolm Muggeridge (1903-1990). Beliau adalah seorang jurnalis Kristen yang sangat produktif dalam penulisannya. Banyak karyanya dianggap sangat baik oleh para apologet Kristen seperti Ravi Zacharias, contohnya. Buku yang saya temukan ini berisi foto-foto dan kisah tentang perjalanan hidupnya hingga ia menjadi jurnalis, bahkan hingga ia menjadi tua.

Tapi satu hal menarik perhatian saya: salah satu foto yang diberikan adalah foto dari rumahnya yang berada di tengah pegunungan. Beliau difoto sedang berada dalam ruang kerjanya yang dikelilingi oleh buku di seluruh dindingnya; menunjukkan seorang yang tidak menulis tanpa riset yang bertanggungjawab. Namun yang terlebih mengesankan adalah beliau difoto sedang mengetik dengan menggunakan mesin tik yang nampak amat kuno hari ini!

C.S. Lewis Writing

Muggeridge hidup tidak jauh dari zaman dimana kita sekarang berada. Melihat foto tersebut saya menjadi teringat akan seorang penulis yang lebih kuno lagi yakni C.S. Lewis (1898-1963) yang tentunya tidak perlu saya perkenalkan terlalu panjang lebar. Beliau hidup pada zaman sebelum Malcolm Muggeridge. Beliau telah menulis ratusan artikel dan puluhan buku yang masih sibuk dibaca oleh kaum awam maupun sarjana-sarjana papan atas hari ini. Belum lagi The Chronicles of Narnia-nya yang menurut R.C. Sproul adalah novel anak-anak yang membuat teolog pun terpukau. Tentunya ini menunjukkan kedalaman pemikirannya, juga tidak lupa gaya penulisannya yang menarik dan enak dibaca.

Teringat lagi penulis-penulis lama semacam John Calvin (1509-1564). Saya pernah melihat tafsiran yang ditulis reformator ini dari kitab Kejadian hingga surat Yudas (setahu saya hanya Wahyu yang tidak ditulis). Tebal-tebal hingga memenuhi rak buku. Wah, padahal saya tahu benar pada masa itu tidak ada mesin tik bahkan seperti yang dimiliki C.S. Lewis! Kedalaman pemikirannya tidak perlu dipertanyakan lagi (dan juga artikel ini tidak berniat membahas teologinya).

Ketika menulis dengan tangan, selain melelahkan, juga apabila terjadi kesalahan maka kertas tersebut harus dibuang dan diganti dengan lembaran yang baru. Bayangkan saja anda sudah menulis kira-kira empat paragraf sebesar kertas A4, lalu karena kalimat-kalimat terakhir anda rasa kurang pas, maka anda menuliskannya ulang dari awal halaman. Ini benar-benar pemborosan kertas dan merepotkan luar biasa bagi kita di zaman ini.

Namun apakah kondisi mereka menghalangi mahakarya mereka untuk ditulis dan dipublikasikan untuk khalayak ramai? Tentu tidak, karena kita memiliki hasil tulisan mereka sekarang.

Melihat bagaimana penulis-penulis dahulu menulis, baik dengan mesin tik yang sulit ataupun tulisan tangan yang sering membuang-buang kertas. Rasanya ironis apabila kita yang sekarang memiliki komputer atau laptop yang bisa dibawa kemana saja, semakin kecil, dan tidak banyak membuang kertas, bisa diedit berulang-ulang tanpa mengeluarkan kertas sedikitpun, malah semakin jarang untuk menuliskan apa yang ada di pikiran. Alasannya? Sulit karena tidak bisa menumpahkan pemikiran ke dalam tulisan yang sistematis dan enak dibaca. Ah, para beliau di atas juga demikian! Bahkan lebih sulit lagi kondisinya daripada kita hari ini. Namun karya mereka tidak terhalang oleh kondisi. Gagasan kebenaran yang harus dituliskan lebih penting ketimbang sekedar sedikit repot.

Semoga ini bisa menolong kita para penulis Kristen untuk semakin giat menulis dan tidak malu-malu dalam mempublikasikan tulisan kita untuk dibaca khalayak ramai, toh kalau salah ya tinggal diedit dengan sederhana. Masakan tidak mau berjuang sedikit!?

Vincent Tanzil, 24 November 2010 (direvisi untuk KOI, 2 November 2011)

Sambil melihat gemerlap lampu yang bertebaran di gunung-gunung dari Prothumia Library.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s