Mencetak Murid

William James

“Seorang filsuf yang adalah seorang pengajar kaum muda lebih berkepentingan untuk memberikan kepada orang banyak satu awal yang benar daripada satu kesimpulan yang benar.” – William James

Tidak pernah saya lupakan hari dimana saya dipanggil untuk menjadi ketua Persekutuan Jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Kristen Petra. Lagipula pada saat itu saya baru saja mengenal Tuhan Yesus setahun! Namun dengan tangan Tuhan yang ajaib, saya akhirnya bertemu dengan seorang pendidik yang akhirnya menjadi mentor saya oleh karena peristiwa ini.

Beliau bernama Bedjo – seorang lulusan SAAT, yang sekarang melayani sebagai Kepala Pusat Kerohanian Universitas Kristen Petra. Saya pertama kali bertemu dengan beliau pada sebuah retret yang diberikan untuk mahasiswa yang menjabat sebagai pengurus Persekutuan Jurusan. Dari hari pertama saya mendengarkan sesi (mengenai doktrin predestinasi), saya sudah sangat tertarik sekali dengan retret ini – maklum, karena saya adalah seorang petobat muda yang hampir tidak mengerti apa-apa mengenai kekristenan. Pada malam kedua retret tersebut, Saya melihat beliau sedang berdiri sendirian di pojok lapangan. Saya memberanikan diri untuk menghampirinya, memperkenalkan diri saya, dan akhirnya bertanya: “Buku apa yang harus saya baca untuk memperdalam pengetahuan alkitab saya?” Hanya satu pertanyaan tersebut telah membuat kami berbincang-bincang hingga pukul dua pagi di lapangan terbuka!

Lepas dari retret tersebut, beliau mengajak saya ke ruangannya untuk menyerahkan daftar buku yang pernah saya baca mengenai kekristenan. Selanjutnya beliau memberikan saya daftar buku-buku yang bisa saya baca, memberikan waktu untuk berdiskusi mengenai apa yang tidak saya pahami, dan apabila pertanyaan saya telah dijawab dalam suatu buku, maka beliau akan menyuruh saya membaca sendiri buku tersebut.

Beliau amat jarang memberikan sebuah kesimpulan langsung mengenai subyek yang sedang saya gumulkan pada saat itu, beliau menikmati memberikan saya daftar buku-buku teologi, lalu memberikan sebuah daftar buku yang menentang pandangan buku-buku sebelumnya. Hal ini awalnya memusingkan saya, namun akhirnya saya menjadi terbiasa untuk menyaring sendiri apa yang seharusnya saya ambil dari sebuah buku – dan saya menjadi sering ke perpustakaan! Pada akhirnya saya belajar mengenai cara untuk belajar. Memang benar bahwa seorang guru seharusnya tidak mencetak pengikut buta – yang harus dicetak adalah murid.

Ini adalah tugas pertama Didaktik Metodik tentang cara mengajar

3 Comments

  1. Thanks vincent! Kamu murid yg membanggakan! Jangan lupa untuk terus rendah hati dan bersandar pada anugerah Tuhan kita Yesus Kristus.

    Bedjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s