Resensi Buku: Four Views on Moving Beyond the Bible to Theology

Four Views On Moving Beyond The Bible To Theology (ed. Gary T. Meadors; Grand Rapids: Zondervan, 2009).

Book Cover

Alkitab adalah otoritas yang menjadi patokan utama bagi orang Kristen. Karena itu tidaklah heran dalam buku atau artikel, khotbah, sering kita dengar atau baca bahwa sebuah pandangan dinyatakan sebagai “alkitabiah.” Implikasi dari pernyataan tersebut biasanya berarti bahwa pandangan tersebut memiliki semacam keharusan moral untuk diterima oleh mereka yang mengakui Alkitab sebagai standar otoritas dalam iman dan kehidupan. Sekalipun demikian, dalam satu kubu kekristenan yang menyetujui pokok kepercayaan Alkitab yang sama perbedaan pendapat tetap berlangsung akan bagaimana sebuah teks dapat ditafsirkan dan diaplikasikan dalam situasi konteks masa kini. Bagaimana mungkin, kumpulan teks yang ditulis untuk pembaca ribuan tahun yang lalu; dengan konteks budaya dan bahasa yang jauh berbeda dengan zaman sekarang dapat menemukan relevansinya dalam kehidupan umat Kristiani masa kini? Bagaimanakah membawa sebuah teks yang lampau dalam kehidupan masa kini? Apa yang harus kita lakukan apabila membahas permasalahan budaya yang tidak dibahas secara langsung di dalam Alkitab, semisal euthanasia, penggunaan internet, dan lainnya? Pertanyaan tersebut memperoleh banyak tanggapan yang bervariasi, dan buku ini hadir untuk menampilkan sejumput dari luasnya pandangan yang ada, secara khusus perdebatan dalam lingkaran injili.

Membaca buku Four Views On Moving Beyond The Bible To Theology adalah sebuah pembacaan yang sangat menarik, dikarenakan banyaknya informasi yang bisa didapatkan dalam pembacaan buku kecil tersebut. Sudah lama saya memiliki keluhan akan kebiasaan beberapa penulis yang menulis buku tebal-tebal padahal pada dasarnya mereka bisa membuatnya menjadi lebih sederhana yang hanya memakan beberapa puluh halaman. Karena itulah saya menyukai buku seri counterpoints! Dalam serial buku ini setiap pandangan disarikan dan diaplikasikan dalam jangka tulisan kurang lebih 50 halaman saja. Lebih menarik dari buku ini adalah diberikannya refleksi dari tiga pihak lain selain keempat pihak yang mendapat tempat untuk memperdebatkan ide mereka. Memang benar bahwa setelah membaca lebih banyak perspektif mengenai topik yang sama seseorang akan menjadi lebih bijaksana dalam menilai sebuah pandangan; buku ini hanyalah salah satu realisasi dari prinsip indah tersebut.

Struktur dari setiap bab buku didahului oleh penjelasan akan bagaimana jalannya masing-masing metode dalam moving beyond the bible to theology; setelah itu dilanjutkan dengan proses pengaplikasian dari metode tersebut dalam kasus-kasus yang lebih praktis. Beberapa yang dibahas dalam buku ini adalah masalah euthanasia, perbudakan, peran wanita dalam gereja, cara mendidik anak, dan lain sebagainya. Berlanjut dari pemaparan, penulis lainnya memberikan respon akan ketidaksetujuan atau persetujuan akan pandangan yang diajukan oleh penulis lainnya.

Penulis yang berkontribusi meliputi Walter C. Kaiser Jr. (Principlizing Model), Daniel M. Doriani (Redemptive-Historical Model), Kevin J. Vanhoozer (Drama-of-Redemption Model), William J. Webb (Redemptive-Movement Model). Selain itu pembahasan dilanjutkan dengan refleksi dari tiga orang pakar lain: Mark L. Strauss, Al Wolters, Christopher J. H. Wright.

Seperti halnya buku yang mengandung variasi pandangan, disertai kritik (refleksi?) terhadap masing-masing varian, buku ini mendorong pembacanya untuk mengambil kesimpulan pribadi dari “pengantar” yang telah diberikan dari buku ini. Setidaknya, apabila mengambil sebuah posisi dirasa terlalu prematur untuk dilakukan, buku ini menawarkan pendalaman lebih lanjut melalui daftar pustaka mengenai literatur yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Saya pribadi memasuki perdebatan buku ini dengan pengetahuan yang sangat minim akan berbagai metode hermeneutika yang ada, apalagi mengenai masalah-masalah dalam dunia hermeneutika! Harus dikatakan bahwa ketika saya membaca buku ini sampai esai dari Vanhoozer, kendati bertambah informasi dan pengertian, kebingungan saya (sayangnya) ikut bertambah. Namun pada saat saya mendarat pada perbincangan William J. Webb, yakni esai keempat dari keseluruhan, saya mulai merasa lebih nyaman dengan diskusi dan istilah-istilah yang digunakan. Saya bisa lebih memahami keempat pandangan dengan lebih komprehensif dan kritis melalui membaca tanggapan dan refleksi yang diberikan oleh pihak-pihak yang berseberangan pendapat. Mungkin ini dikarenakan keempat pandangan tersebut sering diulang-ulang dalam tanggapan dan refleksi dalam buku ini, meninggalkan kesan dan pengertian yang lebih dalam pemikiran dibandingkan sekali pembacaan saja. Buku ini menjanjikan pengertian yang lebih apabila kita setia membacanya sampai akhir.

Pembacaan sekilas dari berbagai pandangan yang ditawarkan buku ini pun akan memberikan gambaran bahwa keempat pandangan yang diberikan bukanlah pandangan yang nyata-nyata berkontradiksi antara satu dengan yang lain. Ada banyak hal esensial yang disetujui oleh keempat (ketujuh apabila ketiga penulis refleksi dihitung pula) penulis; perdebatan yang ada bukanlah mempertanyakan prinsip-prinsip dasar tersebut, namun lebih mempertanyakan: sejauh mana prinsip-prinsip dasar tersebut dapat diaplikasikan dalam sebuah metode hermeneutik. Sesungguhnya akan nampak bahwa perbincangan dalam buku ini lebih bertujuan menimbulkan kesadaran untuk dialog lebih lanjut di antara kepelbagaian pandangan yang ada. Pada akhirnya, tugas untuk moving beyond the bible merupakan permasalahan yang akan terus muncul selama kekristenan masih memandang bahwa Alkitab relevan hingga masa kini. Permasalahannya tidak berubah, namun jawaban dari permasalahan tersebut akan terus berkembang.

Buku ini disarankan dengan sangat bagi pembaca yang meminati bidang hermeneutika Alkitab, secara khusus mengenai pandangan-pandangan hermeneutika Alkitab kontemporer. Akhir kata, buku terbitan Zondervan ini dapat ditemukan di perpustakaan SAAT.

Vincent Tanzil, 14 July 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s