Evolusi Penulis dan Tulisannya

be-a-smart-writer

Saya baru saja melihat-lihat tulisan lama saya. Beberapa dituliskan berkisar pada tahun 2008-2009. Sebagian saya publikasikan di blog, sebagian lainnya menjadi properti pribadi saya. Melihat tulisan-tulisan saya pada tahun sekian (dan beberapa tulisan belakangan ini!), rasanya jadi agak malu. Terlihat salah ketik, salah tanda baca, pemisahan kata yang tidak pas, kalimat-kalimat yang ambigu, belum lagi pokok pemikiran yang tidak fokus!

Ah, memang tulisan seseorang itu selalu berkembang. Karena itu, saya tidak terlalu heran melihat analisis-analisis mutakhir seringkali membedakan antara pemikiran seorang tokoh pada masa mudanya dengan masa tuanya. Kenyataannya memang pemikiran orang dapat berubah. Selain itu, mungkin bukan pemikiran pokoknya yang berubah, namun gaya pengartikulasiannya yang berubah. Maksudnya, setelah sekian lama menulis dan menerima kritikan serta masukan dan pertanyaan, juga membaca dari berbagai karya-karya literatur lainnya yang memperkaya khazanah gaya bahasanya, mungkin sekali gaya penulisannya pun menjadi lebih indah dan elok diserap. Ia jadi peka terhadap kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukannya, dan bertekad untuk tidak jatuh ke lubang yang sama.

Bukankah menulis pun, layaknya olahraga, bermusik, dan keahlian lainnya membutuhkan latihan? Karena itu berbahagialah mereka yang sudah mulai menulis pada masa mudanya! Fyodor Dostoevsky, seorang novelis Rusia yang tersohor, tersebut pun memulai penulisannya semenjak masa mudanya. C. S. Lewis, yang imajinasinya dimanjakan oleh berbagai buku bacaannya juga setahu saya sudah mulai menulis semenjak mudanya. Apa hasilnya? Tidak perlu diragukan lagi. Mereka jelas tidak akan dengan mudah jatuh ke lubang yang sama lagi. Malahan, karya mereka tetap diabadikan sepanjang masa (seperti tinggal di dalam public domain di internet misalnya).

Karena itu, betapa rindunya saya melihat para penulis-penulis yang sudah semenjak mudanya mengabdikan diri untuk mengabadikan pikirannya dalam bentuk tulisan. Mungkin pada masa mudanya mereka akan dipandang sebelah mata (bahkan tanpa mata! Alias tidak digubris), tetapi akan tiba harinya penulis yang sudah melalui terjalnya gunung kritik, derasnya arus sanggahan, serta curamnya jurang pengabaian, akan menuai hasilnya. Ia akan mengubah, meminjam istilah Andy Crouch, “cakrawala-cakrawala kemungkinan” para pembacanya dengan lebih andal. Karena ia telah terlebih dahulu menapaki jalan yang sempit dan sulit tersebut.

Vincent Tanzil, 16 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s