Kekejian dari Suatu Kebaikan

miserables32321_les_miserables
Les Miserables--Cosette

Javert, pada saat itu, tengah berada di surga. Tanpa dapat menggambarkan perasaannya, namun dengan intuisi kacau akan kewajiban dan kemenangannya, ia merasa menjadi perwujudan keadilan, cahaya dan kebenaran dalam tugas sucinya sebagai pemberantas kejahatan. Ia merasa dilingkupi dan didukung oleh segala kewenangan, alasan, putusan pengadilan, aturan hukum, kemarahan hukum, dan seluruh bintang di langit. Ia melindungi tatanan masyarakat, mengawal badai kemarahan hukum. Ia membalaskan dendam masyarakat, membantu tegaknya aturan yang mutlak. Ia berdiri tegak dalam pendar cahaya kemuliaan. Dalam kemenangannya, ada jejak pembangkangan dan pertempuran. Ia berdiri tegap perkasa, dengan menawan menampakkan kebuasan supra manusia sesosok malaikat yang ganas. Bayangan menakutkan tugas yang tengah ditunaikannya menyebabkan seolah ia tampak menggenggam pedang hukum masyarakat di tangannya. Ia bahagia dan angkuh. Ia telah menundukkan kejahatan, pemberontakan, kekejian dan neraka. Ia bersinar-sinar, tersenyum. Ada semacam keagungan yang tak terbantahkan dalam sosok St. Michael yang dahsyat ini.

Walaupun menyeramkan, Javert tidaklah tercela.

Moralitas, ketulusan, keyakinan, kewajiban adalah hal-hal  yang, bila tidak tepat, bisa menyeramkan tetapi tetap kelihatan agung. Kemuliaannya, yang hanya terdapat pada hati nurani, tetap ada meskipun berbaur dengan kengerian yang ditimbulkan. Semua itu adalah kebaikan yang memiliki satu kekurangan—ketidaktepatan. Rasa senang yang tak kenal belas kasihan dari seorang fanatik dalam sebuah tindakan keji memancarkan hawa menyedihkan tiada terkira yang menimbulkan rasa hormat dalam diri kita. Tanpa diketahui oleh Javert sendiri, dalam kebahagiaannya yang mengerikan, sebetulnya ia patut dikasihani, seperti halnya semua orang bodoh yang merasa menang. Tiada yang lebih bisa menyakitkan dan mengerikan dibanding wajah ini, yakni wajah yang menyingkapkan apa yang kita sebut kekejian dari suatu kebaikan.

Les Miserables—Victor Hugo (124).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s