Surat Kepada Mikail (Ibrani 1:1-4)

Israel_4_030_Jews_at_the_Western_Wall_,_Jerusalem_2005

Mikail, bagaimana kabarnya?  Sudah lama tidak bertemu denganmu sejak kamu pulang ke Israel.  Bagaimana keadaan di sana?  Apakah kamu menikmati hari-harimu berkontak langsung dengan budaya leluhurmu?  Ah, inilah sebabnya saya kontak kamu, kawan, berkenaan dengan tradisi dan kebudayaan leluhurmu turun-temurun.  Setelah kamu pergi saya menemukan surat yang menarik sekali.  Surat ini mengaku dituliskan untuk pembaca orang Ibrani, bukankah itu adalah bangsa leluhurmu?

Temanku, nampaknya sejarah bangsa leluhurmu memang sangat menawan banyak orang hingga hari ini.  Betapa tidak, nabi-nabi perwakilan Allah Israel—Pencipta semesta alam—bertaburan di antara bangsa ini.  Mereka bukanlah orang yang populer dan banyak dipuja, tetapi orang Israel tetap menyadari bahwa yang mereka bawa bukanlah pesan hasil rekaan sendiri, tetapi oleh dorongan Roh Allah.  Karena itulah, budaya Yahudi sangat menghormati Kitab Suci mereka, yang merupakan catatan-catatan Allah yang berbicara kepada umat-Nya melalui para nabi-nabi-Nya (koreksi saya bila saya salah dalam hal ini.  Bagaimanapun juga, kamulah yang orang Yahudi, bukan saya).

Surat yang saya baca ini berbicara mengenai seorang yang melanjutkan penyataan dari para nabi tersebut.  Ia mengatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.”  Artinya, Perantara yang baru ini bukannya memutuskan keterlanjutan perkataan nabi-nabi sebelumnya, malahan Ia menggenapinya.  Menarik bahwa yang datang adalah “Anak-Nya” yang juga Pencipta alam semesta.  Ia menyatakan dengan paling tepat, siapakah Allah sebenarnya; “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah…”  Setelah menyelesaikan tugas-Nya di dunia ini, Ia kembali “duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.”  Nampaknya Ia bukan sekadar manusia biasa bukan?  Lebih menarik lagi, Ia dikatakan lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat.  Sekalipun zaman dahulu malaikat dan nabi menjadi pembawa pesan Allah, nampaknya penulis surat ini meyakini bahwa Pribadi ini lebih luar biasa lagi dibanding pendahulu-pendahulu-Nya.  Apakah mungkin Ia adalah sekadar manusia biasa?  Saya ragu.  Bagaimana dengan pendapatmu?

Temanku, Ia telah datang dan direkam gerak-gerik tindakan-Nya dalam keempat injil orang Kristen (yang artinya adalah pengikut Kristus).  Ialah yang dideskripsikan oleh penulis surat ini dengan gamblang.  Ia telah datang ke dunia ini untuk mengadakan penyucian dosa!  Ia telah menyelesaikan tugas tersebut.  Tetapi, tahukah anda, kawanku, bahwa Ia memberikan penyucian dosa tersebut bagi siapa saja yang mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat!  Saya pribadi sudah menerima-Nya; dan betapa indahnya hidup yang diubahkan oleh-Nya.

Kawan, ketika anda menerima-Nya, perhatikanlah bahwa anda secara esensial tidak menentang tradisi keyahudianmu.  Yesus Kristus telah diutus oleh Allah Israel untuk menjadi penggenapan nabi-nabi dan malaikat-malaikat terdahulu.  Tidak ada yang salah untuk menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, bukan?  Percayalah kepada-Nya dan berilah dirimu diselamatkan, seperti halnya yang sudah kulakukan.  Saya, yang bukan seorang Yahudi, rindu dapat melihat engkau juga menjadi bagian di dalam keluarga besar Allah yang dipersatukan dalam Kristus.  Allah, termasuk saya, dengan antusias menunggu jawabanmu, kawan.

Kawanmu,

Vincent Tanzil, 2 Februari 2012.

Ini adalah tugas mata kuliah Perjanjian Baru III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s