Apakah yang Menjadi Keunikan Keselamatan Kristen?

20140612-102751-37671315.jpg

Isu mengenai adanya keselamatan di agama lain sebenarnya merupakan sebuah isu yang baru. Dahulu orang Kristen menanyakan “apakah ada keselamatan di luar gereja?” Dan jawabannya jelas: extra ecclesiam nulla salus. Tapi seiring dengan perkenalan kekristenan dengan berbagai agama di dunia, maka pertanyaan dan jawabannya tidak semudah itu lagi. Semakin seseorang bertemu dan berinteraksi dengan agama lain, semakin sulit untuk menutup mata terhadap kebaikan dan kebenaran di agama lain. Selain itu pertanyaan yang sering diajukan adalah: apa yang menjadi keunikan keselamatan di dalam iman Kristen?

Di sini S. Mark Heim dapat memberikan penerangan. Beliau adalah Samuel Abbot Professor of Christian Theology dari Andover Newton Theological Seminary. Ia menyatakan bahwa tidak hanya semua agama itu berbeda satu sama lain–mengkritik posisi pluralisme–namun masing-masing juga memiliki dimensi “satu-satunya.” Tentu saja tidak semua pemikiran Heim dapat diterima. Meskipun demikian, pasti ada hal penting yang bisa kita pelajari.

Heim menyatakan bahwa setiap agama mengajarkan tujuan agama dan praktik untuk mencapainya yang berbeda-beda secara radikal. Yang menjadi masalah utama di dalam Hinduisme adalah samsara dan yang terutama ingin dicapai adalah moksha. Bagaimana cara mencapai moksha? Ada berbagai macam yoga yang bisa dikejar. Sementara Buddhisme meyakini bahwa masalah di dunia ini adalah dukkha dan tujuan utama yang perlu dicari adalah Nirwana. Bagaimana cara mencari Nirwana? Melalui delapan jalan kebenaran. Apa yang menjadi masalah utama bagi orang Kristen? Dosa. Apa yang dicari oleh orang Kristen? Persekutuan dengan Allah Tritunggal yang dimanifestasikan dalam surga dan langit dan bumi yang baru. Melalui contoh-contoh perbedaan tujuan agama dan sarana untuk mencapainya ini Heim mengajukan pemikirannya. Apakah seseorang bisa mencapai moksha dengan jalan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Tidak bisa. Apakah seseorang bisa mencapai Nirwana dengan jalan menerima Yesus sebagai Tuhan? Tidak bisa. Apakah seseorang bisa mendapat persekutuan dengan Allah Trinitas dengan menjalankan yoga atau delapan jalan kebenaran saja? Tidak bisa. Bagaimana kita bisa bersekutu dengan Allah Trinitas sambil mengabaikan salah satu Pribadi Trinitas itu sendiri? Agama-agama dunia mengajarkan tujuan agama yang berbeda-beda dengan praktik yang berbeda-beda secara radikal pula. Setiap agama adalah “satu-satunya jalan.”

Tidak hanya itu. Heim menunjukkan bahwa kepercayaan dari suatu agama tertentu itu terintegrasi ketat dengan tujuan agama masing-masing. Seseorang tidak bisa berharap untuk mencapai moksha tanpa percaya kepada realitas samsara. Nirwana menjadi tidak menarik sama sekali apabila seseorang tidak memahami doktrin kesunyataan dari Buddhisme. Persekutuan dengan Allah Trinitas akan dipandang sebagai hal yang tidak penting apabila seseorang memiliki pandangan bahwa masalah dunia ini bukan dosa. Dengan menunjukkan bahwa setiap tujuan agama itu berbeda, lalu tujuan agama selalu terintegrasi dengan praktik dan kepercayaan dari agama tersebut, maka ia menunjukkan bahwa bukanlah menjadi masalah apabila seorang Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Sebab seluruh agama juga merupakan “satu-satunya” jalan bagi tujuan mereka. Maka teologi agama-agama tidak bisa lagi sekadar menyatakan bahwa semua agama sama saja atau semua agama mengajarkan hal yang sama, atau semua agama menuju jalan yang sama. Pertanyaan yang lebih mendesak adalah: wawasan dunia yang manakah yang benar? Bagi kita orang percaya, jawabannya adalah satu: Yesus. Itulah yang kita imani, hidupi, dan praktikkan.

Vincent Tanzil
Pembinaan doktrin GKRI Exodus 25 Mei 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s