Reformasi dan Para Tokohnya (Bagian 3-Final)

The reformers
http://survivingchurch.org/wp-content/uploads/2015/03/reformation-image.jpg

Silakan melihat bagian pertama di sini, dan bagian kedua di sini.

Betapapun seorang superhero memiliki kekuatan yang luar biasa, mereka tidak akan mungkin melindungi seluruh dunia dengan diri mereka sendiri.  Kira-kira seperti itulah gerakan Protestan.  Lahirnya gerakan Protestan memang tidak dapat dipisahkan dari Martin Luther.  Walau demikian, Luther bukanlah satu-satunya tokoh yang memberikan dampak besar dalam arus Protestan.  Dua tokoh yang tentu tidak bisa dianggap lalu adalah Ulrich Zwingli dan John Calvin.

Ulrich Zwingli (1484-1531)

ulrich-zwingli-1
Ulrich Zwingli

            Ulrich Zwingli lahir di sebuah desa kecil di Swiss tahun 1484.  Ia menjadi seorang yang terpelajar dalam ilmu humanis dan juga teologi.  Salah satu hal yang menjadi keprihatinannya adalah melihat orang-orang Swiss yang memberikan hidupnya menjadi tentara bayaran.  Awalnya ia tidak melihat masalah dengan praktik tersebut, namun setelah melihat bagaimana sebuah bangsa yang kalah diperlakukan, hati nuraninya tidak tahan.  Segera setelah itu ia menunjukkan perlawanan terhadap praktik menjadi tentara bayaran, padahal Swiss mendapatkan uang sangat banyak dari praktik ini.  Zwingli tetap kokoh dalam pendiriannya.  Pendiriannya ini kemudian berdampak cukup besar.

Pada masa itu Zwingli sudah mulai mencapai kesimpulan yang serupa dari Martin Luther yang berada di Jerman, meskipun ia belum mengenal Luther ataupun membaca tulisan-tulisannya.  Ketika Francis I dari Perancis menyewa tentara bayaran dari Swiss semua Konfederasi Swiss mengirimkan tentara kecuali Zürich—kota tempat Zwingli berkhotbah dan mengajar.  Paus yang merupakan kawan dari Francis I menekan Zürich dengan menyatakan bahwa mereka masih berada di bawah otoritas Paus, karena itu wajib menuruti perintahnya.  Zwingli tidak bisa tinggal diam dan mengarahkan kritiknya yang tajam kepada otoritas kepausan.  Ketika orang-orang yang menjual indulgensia mulai datang ke Zürich, Zwingli meyakinkan pemerintah setempat untuk mendepak penjual tersebut keluar dari Zürich sebelum ia sempat menjual dagangannya.

Zwingli sempat dipermasalahkan beberapa kali oleh Keuskupan Constance.  Ia diajak berdebat secara publik dengan representasi dari uskup, hanya saja debat berjalan dengan sangat tidak seimbang disebabkan oleh kepiawaian Zwingli berargumen.  Akhirnya dewan memutuskan bahwa Zwingli masih boleh berkhotbah karena tidak ada yang sanggup mematahkan argumentasinya.  Kejadian ini meresmikan pemisahan Zürich dengan Keuskupan Constance beserta dengan Roma secara umum.

Pengajaran Zwingli memiliki banyak kesamaan dengan Luther, namun juga berbeda dalam berbagai sisi.  Luther masih mengizinkan gereja melakukan tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran Alkitab, sementara Zwingli membuang semua tradisi yang tidak ditemukan dalam Alkitab.  Organ gereja, biola, dan kekuatan sakramen Perjamuan Kudus semua dikeluarkan dari gereja oleh Zwingli.  Zwingli juga memperbolehkan imam dan suster untuk menikah.  Ia sendiri menikah dengan Anna Reinhart.  Zwingli akhirnya meninggal di tengah peperangan demi membela Zürich pada tahun 1531.  Kepemimpinan reformator ini digantikan oleh Heinrich Bullinger yang merupakan muridnya.

John Calvin (1509-1564)

mte5ntu2mze2mtcyndg2mtu1
John Calvin

John Calvin yang lahir di Noyon, Perancis, pada awalnya mempelajari teologi, namun karena desakan ayahnya ia mengambil kuliah hukum.  Meski demikian, ketika ayahnya meninggal, Calvin kembali ke Paris untuk menyelesaikan teologinya.  Perkuliahan teologinyalah yang membuatnya berinteraksi terhadap pemikiran Wycliffe, Huss, dan Luther.  Walaupun demikian, perpisahan Calvin dengan gereja Katolik tidaklah sedramatis pendahulu-pendahulunya, yakni Luther dan Zwingli.  Tidak ada catatan yang pasti kapan persisnya ia memisahkan diri dari Gereja Roma Katolik.

Tahun 1535 Calvin berangkat ke Basel dan di sanalah ia berpikir untuk menuliskan Institutes of the Christian Religion yang kemudian menjadi buku pegangan utama gereja Calvinis.  Buku kecil ini direvisi beberapa kali dan langsung menjadi populer dalam waktu singkat.  Buku yang awalnya didesain tipis ini berkembang menjadi standar baku pengajaran Protestan pada masa itu.  Penulisan buku ini menunjukkan kecenderungan Calvin sebagai seorang sarjana ketimbang menjadi pemimpin gerakan layaknya Luther dan Zwingli.  Walaupun Calvin memang lebih menghendaki kehidupan yang tenang di mana ia bisa menulis dengan jernih, pertemuannya dengan Farel menggugahnya untuk menjadi seorang pemimpin di Jenewa.

Kepemimpinannya di Jenewa berumur pendek, sebab Calvin ditolak oleh orang-orang berkuasa setempat.  Setelah keluar dari Jenewa ia menjadi pendeta di Strasbourg di mana ia mendapatkan kedamaian yang sudah didambakannya sejak lama.  Sekalipun kedamaian melingkupinya, Calvin tidak bisa tenang dengan kondisi Jenewa yang ia tinggalkan.  Karena itu ketika terjadi pergantian pemimpin di Jenewa dan mereka memanggilnya untuk pulang, Calvin langsung berangkat tanpa ragu.  Di sinilah Calvin menjadi seorang reformator dalam berbagai aspek.  Benturan dan konflik cukup sering terjadi antara Calvin dan pemerintahan setempat.  Walaupun demikian, Calvin tetap memegang tampuk kekuasaan yang cukup besar untuk bertahan di Jenewa.

Impian Calvin untuk membangun Akademi Jenewa terwujud pada tahun 1559.  Akademi ini bertanggungjawab untuk mendidik teolog-teolog berikutnya dengan prinsip-prinsip Calvinis.  Setelah sekian lama memimpin di Jenewa, Calvin meninggal dengan tenang pada tahun 1564 disebabkan oleh kondisi tubuhnya yang memang tidak selalu fit.  Demikianlah api yang dikobarkan oleh Wycliffe dan Huss telah menyala dan membakar hati tiga pemuda yang akhirnya mereformasi hampir seluruh dataran Eropa.

Pembelajaran Masa Kini

Para reformator memang adalah orang-orang yang luar biasa baik melalui ukuran zaman dahulu ataupun zaman sekarang.  Kegigihan dan keberanian mereka tidak diragukan lagi.  Tetapi Allah tidak hanya bekerja melalui satu orang reformator.  Mereka tidak pernah sendiri dalam menjalankan pemurnian gereja.  Ada yang berperan sebagai pembawa panji layaknya Zwingli dan Luther, ada pula yang duduk di belakang meja dan menuliskan risalah-risalah yang tidak kalah penting.  Tapi harus diingat juga bahwa betapapun Luther dan Zwingli merupakan pembawa panji, mereka bukanlah orang bodoh yang sekadar pandai berbicara dengan retorika yang mengagumkan.  Pemikiran mereka juga handal dan dibangun di atas logika berpikir dan penafsiran Alkitab yang akademis.  Demikian pula Calvin bukanlah sekadar menulis di belakang meja, namun turut berkontribusi demi kesejahteraan kota di mana ia berada.  Sungguh menyedihkan apabila gereja sekarang telah terbiasa menekankan satu aspek ketimbang yang lain.  Kecenderungan gereja sekarang adalah memisahkan seorang yang aktif melayani tapi tidak peduli teologi dan teolog yang ahli namun tak mau berbicara pada realita yang tengah terjadi.

Orang-orang zaman sekarang mungkin berpikir bahwa perdebatan sengit yang dilakukan Zwingli, Luther dan Calvin merupakan hal yang konyol.  Sudah demikian banyak hal yang memecahbelah manusia mengapa masih memperdebatkan doktrin?  Jawabannya adalah karena mereka melihat betapa sebuah teologi yang keliru dapat berdampak besar bagi seluruh umat manusia.  Otoritas absolut dari kepausan dapat disalahgunakan menjadi indulgensia.  Para pengikut Yesus yang setia malah dibakar karena disangka menyesatkan gereja.  Di tengah situasi seperti itu para reformator tidak berkata: “jangan berdebat teologi, marilah kita mengubah situasi yang ada sekarang!” Justru perubahan sosial yang hendak mereka lakukan mengalir deras dari teologi yang tampak menjulang seperti menara gading.  Teologi yang tidak sehat akan meniadakan masyarakat yang sehat.  Memperdebatkan teologi adalah seperti melakukan sebuah operasi.  Awalnya terlihat kejam dan menyakitkan, namun dalam jangka panjang ia menyembuhkan penyakit sampai akarnya.  Selamat mengenang hari reformasi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s