Cornelius Plantinga, Jr. soal Kesombongan dan Kerendahan Hati

Pola pikir yang diuraikan Cornelius Plantinga, Jr. di sini menarik untuk disimak.  Kultur gereja yang didominasi untuk bersikap rendah hati dan tidak menuntut memang seringkali dipakai untuk menindas dan menuntut mereka yang dianggap kurang rendah hati.

. . . bahwa tradisi yang memandang kesombongan sebagai dosa dan kerendahan hati sebagai kebajikan sering kali didominasi oleh orang kulit putih yang mengkhotbahkan kerendahan hati kepada orang kulit hitam; para pria yang berbicara tentang sikap tunduk kepada wanita; orang-orang kaku dan tidak ima[j]inatif yang menganggap setiap dorongan kreatif dan setiap perjuangan untuk mendapatkan martabat pribadi, sebagai pertunjukan arogansi yang memalukan.  Di hadapan orang-orang semacam itu, siapa pun yang menginginkan harga diri dianggap bermuka tebal.  Yang menyulitkan, para pendukung sikap rendah hati dan tunduk acap kali diuntungkan jika sikap-sikap itu diterima luas.  Karena itu, pengadopsian kedua sikap itu tampak seperti proyek dari sekelompok orang tertentu . . . Umumnya, orang sombong ingin agar orang lain rendah hati dan sering berusaha menjualnya kepada mereka.

Tidak Seperti Maksud Semula (Terj. Ellen Hanafi; Surabaya: Momentum, 2004), 91-92.

Sungguh tepat sasaran.  Sekiranya menjadi perenungan kita semua.

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s