Kevin Vanhoozer on Biblical Reasoning

Just finished reading Kevin Vanhoozer’s book Remythologizing Theology: Divine Action, Passion and Authorship (Cambridge: Cambridge University Press, 2010) and gleaned some jewels.

 

“In contrast to Hegel’s reduction of mythos  (a form of dramatic speech or action) to logos (concept) on the one hand and remythizers’ claim that biblical narrative stands in no need of metaphysical logos on the other, the remythologizer deploys metaphysical concepts, not without fear and trembling, in order to facilitate understanding.  The logos of remythologizing has only a ministerial authority that takes its marching orders from the magisterially authoritative biblical mythos.” (477)

 

“If theology is biblical reasoning in search of understanding, then it must get beyond myth and mysticism to grasp the metaphysics implied by the mythos, all the while acknowledging that every conceptual elaboration remains answerable to the particulars of the biblical text.” (478)

 

 

 

 

Advertisements

6 Comments

  1. huhui.. Btw, g baru nonton video ini.. Kemungkinan besar, dialogical theism yang mau diusulkan oleh Vanhoozer mungkin agak mirip dengan model yang disebut orang ini dalam weak panentheism.

    Sukses terus, brother 😀

    Like

    1. Video yang bagus sekali nih Yos. Sebenarnya aku juga agree dengan ini karena juga diajukan oleh Karkkainen di bukunya “Trinity and Revelation.” Ketegangan antara transendensi dan imanensi memang menjadi tantangan bagi teisme klasik. Walaupun begitu, kesanku malah Vanhoozer tidak mengusung weak panentheism seperti yang diajukan video ini ya? Kalau aku lebih nyaman tetap menggunakan teisme klasik kemudian baru kuberikan penjelasan yang kira-kira seperti di video ini.

      Pada akhirnya aku tetap berpikir bahwa dalam teologi orang bisa sepakat dengan pengertian yang sama tapi dengan istilah berbeda dan terkadang juga sepakat dalam hal istilah tetapi memiliki pengertian berbeda.

      Semangat juga Yos!

      Like

      1. :D.. Senang ada teman diskusi. Sepembacaan saya terhadap buku remythologizing theology, tesis yang mau dia usung adalah konsep dialogical theism. Allah yang berbicara dan berkomunikasi dengan manusia (via speech-act theory, God is the God who speak and act).

        Nah, menarik juga (bagi saya) kalau ada sejenis konsep “di dalam” di dalam konsepnya Vanhoozer. Tampaknya, si Vanhoozer memang mau mempertahankan keterpisahan ciptaan-pencipta dan mencoba merelasikan ciptaan-pencipta dengan konsep komunikasi. (Dia bahas juga model theodrama yang condong ke Aquinas, dalam artikelnya di buku Theatrical Theology)

        Jadi ada kesan bahwa komunikasi yang terus menerus ke dalam dunia ini merupakan “hubungan” dengan dunia ini. Nah, di dalam konteks weak panentheism ini, bisa dibilang bahwa dunia ini ada di “dalam” komunikasi dengan Allah sang pencipta, via Yesus Kristus dan karya Roh Kudus. Dunia ini ada di “dalam” karya penebusan (komunikasi) dari Allah Trinitas.

        Memang problemanya, bagi saya sih (dalam keterbatasan dan pengamatan sementara terhadap Vanhoozer) bagaimana sekarang melihat teologi natural di dalam komunikasi ini? Atau mungkin juga melihat aliran sejarah dalam komunikasi ini? Hm. Masih banyak hal yang harus dikerjakan 😀

        Saya juga lebih sreg sama teisme klasik, bro 😀 .. hahahaha..

        Memang tantangan berikutnya ya kembali memikirkan konsep Allah ini dengan melakukan dialog dengan panentheism.. 😀 Tentu sambil mengklarifikasi berbagai konsep-konsep yang sudah berjibun banyaknya dalam lautan pemikiran akademis 😀 ..

        Semangattt brooo 😀

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s