3 Alasan Orang Kristen Harus Mendalami Imannya dengan Serius

“Jangan terlalu banyak belajar, nanti jadi orang Farisi!”
“Hati-hati makin pintar, nanti kamu malah jadi murtad!”

Siapakah orang Kristen serius yang tidak akan terhenyak ketika diberikan nasihat-nasihat seperti itu? Saya sempat berpikir, salahkah bila saya serius mendalami iman saya? Namun, makin dipikirkan, makin saya yakin bahwa sebagai orang Kristen, kita perlu untuk terus mempelajari iman kita dengan serius. Setidaknya ada tiga alasan untuk melakukannya:

Tiga Catatan dan Refleksi dari para Penyangkal di dalam kisah Silence

Wajar sekali untuk bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan ketika menonton film ini. Film ini mengajak penonton untuk melihat kekuatan yang tidak masuk akal dari iman kepada Kristus. Kecintaan para Kakure Kirishitan (Kristen tersembunyi) kepada para misionaris. Kichijiro yang terus menyangkal tetapi secara ironis memohon pengampunan hanya untuk menyangkal kembali berulang kali. Tetapi pelik utama dari film ini adalah pilihan Bapa Rodrigues (selanjutnya “R”) yang memutuskan untuk menginjak gambar Yesus (fumie) demi menyelamatkan orang-orang yang tengah disiksa karena iman mereka. Dilema ini tidak akan menjadi pikiran dan perenungan apabila R menyangkal iman demi keselamatan dirinya sendiri, demikian pula film ini tidak akan meriakkan pikiran apabila R menyangkal kemudian kembali imannya dan meneruskan pekerjaan misi secara tersembunyi—film ini memaksa setiap orang Kristen yang menontonnya untuk berpikir dengan sangat serius, dan tidak jarang menenggelamkan kita dalam samudra luas perenungan pribadi: “akankah aku melakukan hal yang serupa?”

Referensi Buku-buku Apologetika Dalam Bahasa Indonesia oleh Bedjo Lie

Rekan-rekan pembelajar, bagi orang Kristen yang punya banyak pertanyaan kritis dan ingin mengetahui rasionalitas iman Kristen, di bawah ini adalah buku-buku yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia dan saya usulkan untuk Anda baca sebagai langkah awal. Perlu dicatat juga bahwa buku-buku ini tidak selalu yang terbaik di bidangnya, tetapi yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Selain itu beberapa buku mendapatkan proses penerjemahan yang kurang baik. Pun demikian, buku-buku ini menarik, relatif mudah dipahami, menguatkan iman, dan berpotensi kuat menjawab pertanyaan Anda.

Apa itu Apologetika?

“Allah tidak perlu dibela” demikian perkataan banyak orang. “Allah yang merupakan Pencipta dari segala sesuatu di alam semesta ini tidak membutuhkan pembelaan dari manusia yang kecil seperti anda” adalah kalimat lain yang sering didengar tatkala ada yang hendak berupaya membela imannya. Tidak jarang pula orang mengidentikkan pembelaan iman terhadap berdebat tanpa ujung. Bukankah kita diajarkan untuk mengasihi? Apakah mungkin manusia yang kecil ini sanggup membela Allah?

Cornelius Plantinga, Jr. soal Kesombongan dan Kerendahan Hati

Pola pikir yang diuraikan Cornelius Plantinga, Jr. di sini menarik untuk disimak. Kultur gereja yang didominasi untuk bersikap rendah hati dan tidak menuntut memang seringkali dipakai untuk menindas dan menuntut mereka yang dianggap kurang rendah hati.

Reformasi dan Para Tokohnya (Bagian 3-Final)

Para reformator memang adalah orang-orang yang luar biasa baik melalui ukuran zaman dahulu ataupun zaman sekarang. Kegigihan dan keberanian mereka tidak diragukan lagi. Tetapi Allah tidak hanya bekerja melalui satu orang reformator. Mereka tidak pernah sendiri dalam menjalankan pemurnian gereja. Ada yang berperan sebagai pembawa panji layaknya Zwingli dan Luther, ada pula yang duduk di belakang meja dan menuliskan risalah-risalah yang tidak kalah penting.