htc_glasgow_bnr

3 Alasan Orang Kristen Harus Mendalami Imannya dengan Serius

“Jangan terlalu banyak belajar, nanti jadi orang Farisi!”
“Hati-hati makin pintar, nanti kamu malah jadi murtad!”

Siapakah orang Kristen serius yang tidak akan terhenyak ketika diberikan nasihat-nasihat seperti itu? Saya sempat berpikir, salahkah bila saya serius mendalami iman saya? Namun, makin dipikirkan, makin saya yakin bahwa sebagai orang Kristen, kita perlu untuk terus mempelajari iman kita dengan serius. Setidaknya ada tiga alasan untuk melakukannya:

https://ashimasblog.files.wordpress.com/2014/03/images-2.jpg

Referensi Buku-buku Apologetika Dalam Bahasa Indonesia oleh Bedjo Lie

Rekan-rekan pembelajar, bagi orang Kristen yang punya banyak pertanyaan kritis dan ingin mengetahui rasionalitas iman Kristen, di bawah ini adalah buku-buku yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia dan saya usulkan untuk Anda baca sebagai langkah awal. Perlu dicatat juga bahwa buku-buku ini tidak selalu yang terbaik di bidangnya, tetapi yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Selain itu beberapa buku mendapatkan proses penerjemahan yang kurang baik. Pun demikian, buku-buku ini menarik, relatif mudah dipahami, menguatkan iman, dan berpotensi kuat menjawab pertanyaan Anda.

http://www.theunitive.com/wp-content/uploads/2012/12/Defending-God.jpg

Apa itu Apologetika?

“Allah tidak perlu dibela” demikian perkataan banyak orang. “Allah yang merupakan Pencipta dari segala sesuatu di alam semesta ini tidak membutuhkan pembelaan dari manusia yang kecil seperti anda” adalah kalimat lain yang sering didengar tatkala ada yang hendak berupaya membela imannya. Tidak jarang pula orang mengidentikkan pembelaan iman terhadap berdebat tanpa ujung. Bukankah kita diajarkan untuk mengasihi? Apakah mungkin manusia yang kecil ini sanggup membela Allah?

9780802842183

Cornelius Plantinga, Jr. soal Kesombongan dan Kerendahan Hati

Pola pikir yang diuraikan Cornelius Plantinga, Jr. di sini menarik untuk disimak. Kultur gereja yang didominasi untuk bersikap rendah hati dan tidak menuntut memang seringkali dipakai untuk menindas dan menuntut mereka yang dianggap kurang rendah hati.

The reformers
http://survivingchurch.org/wp-content/uploads/2015/03/reformation-image.jpg

Reformasi dan Para Tokohnya (Bagian 3-Final)

Para reformator memang adalah orang-orang yang luar biasa baik melalui ukuran zaman dahulu ataupun zaman sekarang. Kegigihan dan keberanian mereka tidak diragukan lagi. Tetapi Allah tidak hanya bekerja melalui satu orang reformator. Mereka tidak pernah sendiri dalam menjalankan pemurnian gereja. Ada yang berperan sebagai pembawa panji layaknya Zwingli dan Luther, ada pula yang duduk di belakang meja dan menuliskan risalah-risalah yang tidak kalah penting.

hosep-castle-on-the-rock

Dasar Batu atau Pasir?

Sebab kata-kata tidak lagi bisa dipegang. Sebuah janji terlayang begitu saja dari bibir, ketika ditagih yang ada hanyalah kegetiran karena sebuah janji telah dilanggar. Bukan berarti apa yang sudah tercetak kebal terhadap pelanggaran. Pembuatan surat palsu dan perdebatan di pengadilan menunjukkan bahwa selembar kertas dengan tinta pun tidak bisa menjamin.

92821449

Reformasi dan Para Tokohnya (Bagian 2)

Pembacaannya terhadap Alkitab membuat ia menjadi peka mengenai keadilan dan kebenaran yang dari Tuhan. Mendengar ada yang menjual Injil demi keuntungan terasa menggerahkan bagi telinga rahib muda itu. Karena itulah ia berbicara—menyuarakan apa yang menjadi suara banyak orang masa itu.

Jeorg_Breu_Elder_A_Question_to_a_Mintmaker_c1500

Reformasi dan Para Tokohnya (Bagian 1)

Pernahkah kita merenungkan secara khusus mengapa kita disebut Kristen “Protestan?” Mengapa gereja kita sangat menekankan pada pembacaan dan penguraian Alkitab? Mengapa kita tidak memiliki bilik untuk pengakuan dosa? Mengapa setiap orang Kristen hari ini didorong dengan sangat untuk membaca Alkitabnya sendiri? 30 Oktober yang senantiasa diulang gereja inilah yang menjadi titik tolak semua hal yang kita lakukan di gereja Protestan hari ini.